Pertanyaan
perihal pesananan salah satu produk rumah tangga berbahan dasar plastik dari
seorang pemesan merusak malam pertama kemerdekaan saya (baca=selesai kegiatan
akademik semester ini). Pesan di inbox saya gak pernah jauh dari message yang
bertuliskan” Gimana pesanan saya dan berapa uang yang mesti dibayarkan”. Glek,
saya cuma bisa meringis setiap kali membaca pesan tersebut sambil menggerutu “sabaran
dikit napa, ibu saya gak punya cukup waktu untuk melihat apakah stock barang
yang dipesan tersedia di agen pusat atau tidak.” hingga saya pun merasa jengkel dan membatalkan pesanan.
#Meluapakan
rasa kesal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar