Senin, 14 Januari 2013

JUST WRITE




Pertanyaan perihal pesananan salah satu produk rumah tangga berbahan dasar plastik dari seorang pemesan merusak malam pertama kemerdekaan saya (baca=selesai kegiatan akademik semester ini). Pesan di inbox saya gak pernah jauh dari message yang bertuliskan” Gimana pesanan saya dan berapa uang yang mesti dibayarkan”. Glek, saya cuma bisa meringis setiap kali membaca pesan tersebut sambil menggerutu “sabaran dikit napa, ibu saya gak punya cukup waktu untuk melihat apakah stock barang yang dipesan tersedia di agen pusat atau tidak.” hingga saya pun merasa jengkel dan membatalkan pesanan. 
#Meluapakan rasa kesal. 

HAPPY HOLIDAY EVERYBODY!


Libur telah tiba
Libur telah tiba,
HORE! HORE! HORE!




            Sepenggal lirik lagu yang dinyanyikan oleh artis Tasya sewaktu masih kecil di atas mengiringi setiap langkah kaki saya ketika berjalan menuju kampus pagi ini. Matahari memancarkan sinarnya dengan anggun tatkala secara perlahan naik ke muka bumi menyinari seluruh dunia pertanda hari dan pengharapan baru. Bagi sebagaian civitas akademika yang selama dua minggu terakhir berkutat dengan slide, diktat, dan buku sebagai bekal persiapan menghadapi ujian semester, bak burung yang lepas dari sangkarnya. Melepaskan kepingan kegalauan sambil berteriak dalam hati “AKHIRNYA, SAYA BEBAS”. Ya, setelah berhasil melewati berbagai kesulitan yang dihadapi selama satu semester terakhir dengan berdarah-darah, akhirnya waktu untuk rehat dari kepenatan dunia kampus pun datang menghampiri. Senang rasanya melihat wajah teman perantauan yang telah mempersiapkan segala keperluan untuk pulang ke kampung halaman mulai dari pemesanan tiket pesawat terbang atau travel, pembersihan secara masal tempat kost yang akan ditinggal oleh penghuninya dalam waktu lama hingga sibuk mencari oleh-oleh untuk sanak saudara tercinta di kampung halaman. Saya ingin merasakan euforia kebahagiaan (derita menjadi mahasiswa PP).
            Berbagai rencana pun telah disusun apik untuk mengisi liburan “tanggung” ini. Ada yang berencana menjadi backpacker mengelilingi Nusantara, hunting barang idaman, menonton koleksi film kesukaan hingga tidur sepuasnya. Seperti biasa, liburan kali ini saya isi dengan kegiatan yang “biasa” saja. Menonton serial drama Korea yang telah saya beli beberapa bulan kemarin, membaca buku yang belum sempat dijamah karena sibuk dengan rutinitas perkuliahan yang cukup padat, kursus AUTOCAD, berselancar di dunia maya hingga larut malam, dan mencari tambahan uang saku dengan menerima banyak request sebagai subtituter di salah satu lembaga bahasa Inggris di kota saya. Liburan yang luarbiasa biasa=D. Tapi itulah cara saya untuk menyenangkan hati, yang penting happyJ

Jumat, 04 Januari 2013

No More Mata Panda


mata-panda-kurang-tidur.jpg (330×330)


Tidur malam gara-gara nulis laporan yang tebalnya kurang lebih 200 halaman atau asyik berselancar di dunia maya dan BBM-an yang bisa buat addicted mengakibatkan mata memiliki kantong berwarna hitam dan rasanya pedih. Arrrgh, buat para ladies yang selalu memperhatikan penampilan, kantong berwarna hitam ini bisa menjadi masalah besar. Mata panda bukan fenomena yang asing, apalagi buat yang suka/doyan/selalu tidur larut malam.

Selasa, 23 Oktober 2012

Stop being alayers!

Sepertinya dunia ini akan sepi tanpa kehadiran para alayers. Eksistensinya gak cuma di dunia nyata tapi juga di dunia maya. Virusnya juga tidak hanya menyebar di kota-kota besar dengan segala sisi gelap dan terangnya tapi sudah merasuk ke kampung-kampung yang letaknya jauh dari pusat perkotaan.  Di gang-gang kecil nan sempit, jalanan berdebu yang bercampur asap kendaraan bermotor, pusat-pusat perbelanjaan yang dipenuhi dengan kegiatan ekonomi, bahkan di lembaga pendidikan formal dan informal sekalipun, para alayers ini tetap saja bisa ditemukan. Mengenali mereka cukup mudah kok, lihat saja dari penampilan luar mereka yang bisa dibilang norak atau gak banget. Mereka pikir mereka itu keren? 

Kamis, 23 Agustus 2012

2

Label National Best Seller dengan bintang empat berwarna kuning memang pantas tertera di cover depan sebuah novel karangan Donny Dhirgantoro yang bersampul berwarna merah, 2. 2 tidak hanya sebuah novel dengan bundelan kertas berjumlah 418 halaman. Lebih dari itu 2 menyajikan ide cerita sederhana tapi luar biasa dengan pencitraan tokoh yang nyaris sempurna, dialog para tokoh utama yang seolah bertutur tepat di hadapan pembaca,luapan emosi saat Gusni, tokoh utama dalam cerita ini, menerima kenyataan pahit akan hidupnya yang tidak sempurna, kenyataan tak berperi bahwa dia harus terus hidup, terus berjuang demi impiannya, menelusup masuk ke ruang hati pembaca membiarkannya melebur  bersama Gusni, berjuang bersama dalam dunia imaji penulis dan pesan akhir penulis yang begitu membakar semangat untuk terus bekerja keras demi impian meskipun raga tak berdaya karena satu alasan. Ya hanya satu alasan,

Rabu, 18 Juli 2012

Review UAS yang telat bulan


sign in to blog then start to write.  .
lots of things I'd like to write but I don't know how to start it! 
a sentence which describes my feeling is hard to say, can't tell it one by one and one in one situation. Kalo ditulis mungkin udah jadi novel yang tebelnya 500 halaman:D. Novel yang bisa buat kalian tertawa ngakak mendengar kebodohan yang gue lakukan sekaligus bisa buat kalian nangis bombay mendengar cerita ngenes gue. Semua bercampur jadi satu layaknya mint chocolate chips ice cream. Kalo lo bisa menangkap makna tersirat dalam kalimat sebelumnya, lo bakal tercengang melihat ajaibnya kata-kata yang gue tulis " Hidup itu gak enak kalo seneng melulu mesti ada riak gelombangnya biar lo bisa merespons tantangan hidup dengan bijak." Gila! belajar darimana gue bisa merangkai kata yang nuar biasa indah bila diucapkan. Sepertinya gue terlalu banyak nonton drama korea yang romantis deh:D:p

Kamis, 12 Juli 2012

Untitled

Kalo lo sekarang lagi sedih, galau, mengidap frustrasi tingkat ringan, atau apalah namanya dalam bahasa kedokteran, gue juga sama. Kalo lo lagi terpuruk akibat satu nilai mata kuliah membuat sedikit lubang di hati lo gara-gara dapat C dan lo menyadari bahwa nilai itu gak pantas lo dapatkan. Gue juga sama. Sedih itu wajar tapi jangan terlalu berlebihan. Semakin lama sedih, semakin membuat diri lo feeling down dan pada akhirnya membuat lo kehilangan kesempatan untuk melakukan pencapaian terbaik yang lebih maksimal. Ini adalah sebuah proses. Ya, proses kedewasaan diri dalam menyikapi setiap problematika kehidupan yang kompleks dan tak berujung.