Libur telah tiba
Libur telah tiba,
HORE! HORE! HORE!

Sepenggal lirik lagu yang
dinyanyikan oleh artis Tasya sewaktu masih kecil di atas mengiringi setiap
langkah kaki saya ketika berjalan menuju kampus pagi ini. Matahari memancarkan
sinarnya dengan anggun tatkala secara perlahan naik ke muka bumi menyinari
seluruh dunia pertanda hari dan pengharapan baru. Bagi sebagaian civitas
akademika yang selama dua minggu terakhir berkutat dengan slide, diktat, dan
buku sebagai bekal persiapan menghadapi ujian semester, bak burung yang lepas
dari sangkarnya. Melepaskan kepingan kegalauan sambil berteriak dalam hati
“AKHIRNYA, SAYA BEBAS”. Ya, setelah berhasil melewati berbagai kesulitan yang
dihadapi selama satu semester terakhir dengan berdarah-darah, akhirnya waktu
untuk rehat dari kepenatan dunia kampus pun datang menghampiri. Senang rasanya
melihat wajah teman perantauan yang telah mempersiapkan segala keperluan untuk
pulang ke kampung halaman mulai dari pemesanan tiket pesawat terbang atau
travel, pembersihan secara masal tempat kost yang akan ditinggal oleh
penghuninya dalam waktu lama hingga sibuk mencari oleh-oleh untuk sanak saudara
tercinta di kampung halaman. Saya ingin merasakan euforia kebahagiaan (derita
menjadi mahasiswa PP).
Berbagai rencana pun telah disusun
apik untuk mengisi liburan “tanggung” ini. Ada yang berencana menjadi
backpacker mengelilingi Nusantara, hunting barang idaman, menonton koleksi film
kesukaan hingga tidur sepuasnya. Seperti biasa, liburan kali ini saya isi
dengan kegiatan yang “biasa” saja. Menonton serial drama Korea yang telah saya
beli beberapa bulan kemarin, membaca buku yang belum sempat dijamah karena
sibuk dengan rutinitas perkuliahan yang cukup padat, kursus AUTOCAD,
berselancar di dunia maya hingga larut malam, dan mencari tambahan uang saku
dengan menerima banyak request
sebagai subtituter di salah satu
lembaga bahasa Inggris di kota saya. Liburan yang luarbiasa biasa=D. Tapi
itulah cara saya untuk menyenangkan hati, yang penting happyJ