Kamis, 28 Mei 2009

Sleeping Disorder

“Good night, sleep tight” Begitu kata-kata yang sering sobat Delapan dengar when you go to your beautiful palace, Pillow Island. But...entah kenapa, kok kayaknya porsi tidur kita nggak pernah pas. Consequently, when you wake up in the morning, you feel tired than before. It’s a little bit magic.

Nggak Pernah Cukup
Pe-er, tugas kelompok yang menumpuk, presentasi untuk pemilihan beasiswa, ngobrol berjam-jam ama pacar di telepon, bantuin our beloved mother in home, dll..Itulah cuplikan aktivitas yang sering sobat Delapan lakuin in every day. Waktu 24 jam sehari kayaknya nggak cukup dech untuk ngelakuin itu semuanya. Hingga akhirnya kita sering mengorbankan waktu tidur dan hanya istirahat beberapa jam saja. Hmmm, kalo uda begini, wajar aja badan kita ngerasa mau rontok sehabis bangun.
Tapi gimana kalo sobat Delapan uda tidur ampe 12 jam sehari, and you still feel sleepy and tire? Oh My God, padahal porsi tidur kita uda memakan waktu setengah hari, lho! Itu artinya kita sedang terkena penyakit Idiopathic Hypersomnia, yang udah termasuk dalam kategori sleeping disorder.

Hiks, Capeek...
Kalo di hari-hari sekolah kita biasanya tidur di atas jam 12 malam, maka biasanya kita akan balas dendam untuk tidur sepuasnya pada saat weekend. Ini berarti tubuh kita juga harus menyesuaikan diri dengan porsi tidur yang berubah drastis. Di awal-awal, kita memang belum bermasalah dengan pola tidur nich. But, kalo kebiasaan nich dibiarkan terus-terusan, tubuh kita juga bakalan ‘ngambek’, lho. Akibatnya, tidur selama apapun nggak akan mengendalikan stamina tubuh. Badan malah berasa lebih lemah, letih, lesu, and kita masih ngerasa ngantuk! Kalo didiemin terus, sobat Delapan bakal terjangkit penyakit hypersomnia.
Sedikit informasi, seseorang digolongkan menderita hypersomnia jika ia terus-terusan tidur selama lebih dari 10 jam setiap harinya, dalam waktu dua minggu berturut-turut. And, walaupun kelihatannya nich penyakit ringan, tapi efeknya bisa fatal. Coba dech bayangin jika si penderita lagi nyetir mobil. Gawat banget kan?
Saking lelahnya tubuh mereka, para penderita hypersomnia biasanya suka nyolong waktu tidur di siang hari. Nah, bedanya dengan orang normal, rasa capek tersebut biasanya langsung pergi setelah kita selesai tidur siang. Tapi nggak demikian halnya dengan mereka. Mereka bahkan ngerasa sulit untuk bangun tidur, karena rasa lelah masih menggelayuti tubuh mereka. Apalagi selain rasa letih yang nggak pernah hilang, mereka juga ngerasa seakan-akan energi disedot keluar, sehingga menyebabkan mereka jadi gampang marah, kehilangan selera makan, penurunan daya ingat, hingga mengalami halusinasi.Siapa yang nyangka kalo kasus nich bakal berbuntut panjang.
But, penyakit nich bisa diatasi ama sobat Delapan.Caranya nggak menyalahgunakan alkohol, kafein dan juga obat yang sering dijual bebas disekitar kita. Usahain dech untuk segera pergi ke dokter kalo penyakit nich uda ‘berbicara’.

Tidak ada komentar: