Kamis, 25 Juni 2009

Pentingkah lima menit bagi sebuah sejarah baru?

Lima menit untuk masa depan, inilah yang pantas buat menggambarkan keadaan Indonesia sekarang. Secara, pesta demokrasi 5 tahunan yang di tunggu-tunggu oleh seluruh lapisan masyarakat udah di depan mata. Berbagai opini dan komentar banyak tercuat dari mulut-mulut wong cilik. Di saat berbagai macam parpol beserta calonnya berkampanye dan menjanjikan berbagai macam janji- yang tak lain dan tak bukan untuk menarik simpati rakyat untuk memilihnya, kenyataannya hanya sebuah omong kosong belaka.

Sudah banyak bukti kongkret yang tidak meragukan fakta ini. Sepanjang sejarah pergantian pemimpin bangsa Indonesia sejak era Soekarno sampai SBY, belum ada pemimpin yang benar-benar merealisasikan janjinya. Padahal itu adalah janji dan janji adalah utang, oleh karena itu harus segera dibayar. Cap pembual kelas berat pun sering disematkan kepada mereka yang hanya mengumbar janji bualan kosong untuk memikat hati para pemilih agar memilih mereka. Berbagai macam bujukan dan rayuan dihalalkan. Tetapi seiring dengan perkembangan pengetahuan yang dimiliki oleh pemilih, mereka lantas tidak terlalu percaya dengan bualan tersebut, mereka hanya butuh satu kata BUKTIKAN untuk menggambarkan kinerja mereka di Istana Negara.

Lima menit untuk masa depan, sangat menentukan arah bangsa Indonesia ke depannya dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan yang tidak sempat melihat perubahan Indonesia yang sekarang. Melalui pemilu 5 tahunan ini, mari kita jadikan sebagai tolak ukur penilaian kemampuan perkembangan bangsa Indonesia dalam bersaing di era globalisasi sekarang. Meskipun banyak pihak yang meragukan, tapi jangan pernah dengarkan kata mereka. Suarakan persatuan Indonesia untuk membasmi manusia-manusia yang tidak bertanggung jawab dalam berpartisipasi memajukan bangsa Indonesia tercinta.

Lima menit untuk masa depan sudah di depan mata, sebagai pemilih yang baik, pilihlah seorang pemimpin yang benar-benar menyuarakan suara rakyat. Bagi Anda yang mungkin mencalonkan diri sebagai pemimpin pada pemilu kali ini dan berkesempatan membaca blog saya, saya hanya ingin berpesan jalankan amanat yang telah rakyat sematkan kepada Anda. Karena sebagian pemilih Indonesia hanya mem-vote Anda yang memiliki figur sebagai seorang pemimpin. Sedangkan menurut kacamata saya sebagai pengamat politik amatir, belum ada pemimpin yang benar-benar mempunyai karisma + figur sebagai pemimpin yang sesungguhnya. Berhentilah untuk mengikuti gaya kampanye Barrack Obama, karena kita mempunyai budaya yang berbeda. Berhentilah untuk menjadi followers. Create new politic climate for Indonesian.

Finally, I hope with my written, you will be more give attention for us.
*I’m so sorry, if my written offended you bcz I’m not senior politician. I just wanna show my opinion.
Thank you..................... ^_^

Tidak ada komentar: