Jumat, 01 Juni 2012

Kuliah itu apa??

Akhirnya gue lulus SMA (la la ye ye la la ye ye):D. Gak sabar menyandang status mahasiswa. Good bye putih abu-abu, good bye masa-masa alay dan labil. Selamat datang di dunia civitas akademika universitas. HIDUP MAHASISWA! 



Dunia yang bisa membuat hidup lulusan siswa-siswi SMA semakin berwarna, berdarah-darah dan mengharu biru persis sinetron yang sering disaksikan di layar kaca tanpa keputusan ending yang jelas. Konflik dan intrik menghiasi kehidupan kampus. Banyak banget yang nanya apa sih bedanya kuliah sama SMA. Pasti mikirnya ‘enak kayaknya kuliah, gak perlu pake seragam, gak perlu belajar sama pelajaran yang gak sesuai dengan minat, gak perlu pake acara di jemur dilapang, membersihkan setiap sisi sekolah, atau lari keliling lapangan kalo telat (pengalaman gue waktu SMA) dan gak perlu dimarahi kalo gak buat tugas’

Pikiran calon mahasiswa ini salah total:D! A day without assignment is wasted when you have been collegian! The lecturer doesn’t want to miss the process of giving and correcting assignments. Dosen itu suka banget ngasih tugas kalo sudah mendekati akhir perkuliahan. Gak tanggung-tanggung, tugas yang diberikan layaknya perjalanan menaiki moda transportasi, kereta api. Panjang dan cepat. Alhasil, minggu tenang yang direncanakan untuk fokus mengulang materi kuliah terganggu akibat deadline pengerjaan dan pengumpulan tugas. Kalian akan merasakan nikmatnya menjalani kehidupan kampus kalo gak ada tugas bejibun tertumpuk di meja belajar. Satu hari tanpa tugas seperti merayakan lebaran:D.

Kuliah itu bagaikan bumi dan langit. Berbanding terbalik dengan kehidupan SMA yang asik dan seru. Kuliah itu harus mandiri. Mandiri mengerjakan tugas, mandiri bergaul, dan mandi sendiri (lho:D). Jangan harap disuapin info terus-terusan. Sikap kalian yang masih manja mesti diubah.  Ingat ya, MANDIRI! Dosen menganggap mahasiswa sebagai seseorang yang haus akan ilmu. Dosen hanyalah fasilitator, cukup menjelaskan. Perkara mengerti atau tidak kembali kepada kemampuan setiap orang. Gak ngerti  dengan penjelasan dosen, bisa bertanya sama teman, kakak tingkat, atau membaca referensi lain. Sedikit menyebalkan sih tapi diasikkin aja. Dosen beranggapan kita sudah dewasa. 

Waktu SMA, ada semacam ‘pengertian’ antar guru kalo kita lupa membuat tugas. Tinggal berikan alasan dan berjanji untuk mengumpulkannya di pertemuan berikutnya. Kalo kuliah, jangan harap bisa menemukan dosen yang sifatnya pengertian. The one and only kalo ada dosen yang punya sifat seperti ini. Satu dalam seribu. Dosen ini ngasih tugas minggu depan, dosen itu ngasih tugas buat minggu depan juga. Kalian gak bisa bilang kepada dosen untuk mengundurkan jadwal pengerjaan dan pengumpulan tugas. Gak jadi masalah sih kalo kalian gak buat tugas, resikonya siap-siap aja gak lulus mata kuliah itu. Kok bisa? #pasti bisa lah. Mau tahu jawabannya? (tunggu ya:p) . Bobot penilaian apakah kita lulus mata kuliah yang diambil atau tidak berlandaskan tiga aspek dengan presentasi yang berbeda.  Tugas 25%, UTS 30%, dan US 45 %. Kalo kalian mau lulus mata kuliah itu, kalian harus rajin mengerjakan dan mengumpulkan tugas yang diberikan oleh dosen. Meskipun persentasi bobot penilaiannya kecil tapi tugas bisa menyelamatkan kalian. Anggap saja mengerjakan tugas itu seperti menabung.

Mengenali karakter setiap orang yang bersinggungan dengan dunia perkuliahan itu penting. Mulai dari dosen hingga teman. Tapi ingat gak boleh mendekati mereka (baca: dosen) seperti penjilat. Sewajarnya aja. Memilih teman juga gak asal pilih. Cari teman yang bisa memacu nilai kompetisi dan kreativitas kalian. Terpenting yang bisa memberikan masukan positif untuk mengembangkan diri lebih maju. Bukannya menjerumuskan. Intinya sih, mesti pandai membawa diri agar tidak hanyut selama menjalani proses perkuliahan. Carilah teman yang bahu membahu membanu mencapai tujuan masing-masing, bukannya yang menyikut untuk mencapai tujuan sendiri. Jadilah teman yang bisa diandalkan!

“Penting gak sih ikut organisasi?” Ini pertanyaan penting yang dilontarkan oleh adik lulusan SMA yang suka berorganisasi. Jawaban gue sih, ikut organisasi itu pilihan,dan setiap pilihan itu ada konsekuensinya. Kalian pasti sudah tahu positif dan negatifnya bergabung di dunia organisasi. Mulai dari banyak pengalaman dan relasi hingga susah membagi waktu. Tapi sayang banget, kalo gak ikut organisasi. Kalian jadi gak punya softskill. Softskill itu penting ketika kalian telah menjadi sarjana. Kalo ada yang beranggapan ikut organisasi membuat proses perkuliahan terhambat, salah besar. (baca: IPK turun, nilai jeblok, de-el-el). Saran gue balik ke diri kalian, ukur batas kemampuan jangan memaksakan. Kalo merasa berat untuk membagi waktu saat mengikuti organisasi, lebih baik kalian fokus kuliah.

Saat mengikuti dunia perkuliahan, batasi ekspektasi. Hidup gak melulu seneng. Ada masa downnya. Istilah kerennya sih galau. Disinilah, cara kalian bersikap diuji dan sangat menentukan. Kalo selama SMA, kalian biasa menjadi bintang kelas dan waktu kuliah nilai-nilainya kurang bagus, ya mesti diterima. Sadari kalo masih ada yang lebih dari kalian. Cepat bangkit kalo sudah terpuruk dengan situasi ini, jangan biarkan diri kalian larut dalam kekecewaan mendalam. Mematok target harus tinggi tapi ekspektasi harus diturunkan seminimal mungkin. Berusaha, berdoa, dan lapang dada!


Kuliah itu pilihan. Pilihan yang baik untuk merangkai masa depan yang gemilang. Nikmati setiap proses yang kalian jalani. Kata dosen gue sih “cintai dengan sepenuh hati”. Semoga postingan gue kali ini bermanfaat.







Tidak ada komentar: