Kamis, 23 Agustus 2012

2

Label National Best Seller dengan bintang empat berwarna kuning memang pantas tertera di cover depan sebuah novel karangan Donny Dhirgantoro yang bersampul berwarna merah, 2. 2 tidak hanya sebuah novel dengan bundelan kertas berjumlah 418 halaman. Lebih dari itu 2 menyajikan ide cerita sederhana tapi luar biasa dengan pencitraan tokoh yang nyaris sempurna, dialog para tokoh utama yang seolah bertutur tepat di hadapan pembaca,luapan emosi saat Gusni, tokoh utama dalam cerita ini, menerima kenyataan pahit akan hidupnya yang tidak sempurna, kenyataan tak berperi bahwa dia harus terus hidup, terus berjuang demi impiannya, menelusup masuk ke ruang hati pembaca membiarkannya melebur  bersama Gusni, berjuang bersama dalam dunia imaji penulis dan pesan akhir penulis yang begitu membakar semangat untuk terus bekerja keras demi impian meskipun raga tak berdaya karena satu alasan. Ya hanya satu alasan,

"Jangan pernah meremehkan kekuataan seorang manusia karena Tuhan sedikit pun tidak pernah, tidak pernah."Tuhan bersama orang-orang yang percaya akan kekuataan, kekuataan sang Khalik yang tidak pernah mampu dicerna oleh akal manusia-bagaimana cara Tuhan bekerja atas makhluk ciptaannya.

2 membuat saya tidak bisa berhenti bersyukur mengucapkan lafadz hamdalah ketika membaca sampai dengan titik terakhir. Sungguh mengharukan sekaligus inspiratif. Bersyukur atas anugerah Tuhan yang membiarkan saya untuk terus berada diantara orang yang telah mencintai saya dengan hati besar dan berani- seorang bapak dengan semburat urat lelah yang selalu berada di garda terdepan melindungi keluarganya, seorang ibu dengan kasih sayangnya yang tulus menyertai setiap jejak langkah kaki kami anak-anaknya, serta 3 orang adik saya sedarah sekandung sekaligus sahabat terbaik titipan Tuhan yang membuatnya menjadi sempurna.

2 membuat saya meneteskan air mata ketika bersimpuh dihadapan Tuhan, berdoa dan percaya akan kekuataan tangan-Nya dalam menerangi langkah kaki dengan nyala lilin harapan dan impian, 2 membuat saya terus berdoa agar tidak menjadi pembual nomor satu bagi diri saya sendiri dan dunia. 2 membuat saya berjuang untuk cita-cita, impian, harapan, dan mereka yang telah mencintai saya dengan berani. 2 bagaikan oase di padang pasir ketika saya sudah hampir menyerah dengan apa yang telah saya perjuangkan.

Special thanks buat Donny Dirghantoro atas tulisannya yang begitu inspiratif, mengharukan, dan membakar nyala lilin impian saya untuk tidak pernah padam bergerak bersama derap langkah saya, menerangi. Kisah luar biasa para tokoh yang diceritakan dengan lugas dan sederhana. Kebesaran hati sebuah bangsa untuk impian dan kerja kerasnya serta bukti nyata kekuataan pikiran yang bernama positif  diiringi sebuah perbuatan nyata beserta tekad yang meneguhkan hati, tawa kebahagiaan, peluh keringat yang bermakna, air mata dan luka menganga bernama kerja keras. Terima kasih karena saya dipertemukan dengan 2. Meskipun terlambat membaca lebih kurang satu tahun dari cetakan pertamanya tapi 2 pantas berada di deretan koleksi buku WAJIB dalam lemari jati berwarna coklat di ruang keluarga saya.

Jika kebetulan sang penulis meluangkan waktu untuk membaca tulisan ini atau (lebih)memberikan komentar atau (lebih dari) sekedar Re-tweet kepada followersnya, saya merasa menjadi orang yang begitu bahagia. Berlebihan. Awalnya tulisan ini berbentuk sebuah resensi tapi yang tertulis malah curahatan hati colongan. Maaf Mas Donny:D (nyengir kuda). Demikian dari saya, SALAM 2!
  

Tidak ada komentar: